MENARA SYARIAH DAN UTAR GELAR SIMPOSIUM INTERNASIONAL “ETHICAL WEALTH & SOCIAL IMPACT”
DORONG TRANSFORMASI EKONOMI BERBASIS ETIKA
Kesuksesan finansial kini tidak lagi hanya diukur dari akumulasi aset, tetapi juga dari dampak positif yang dihasilkan bagi masyarakat. Prinsip Ethical Wealth & Social Impact menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan yang berlandaskan nilai keadilan, transparansi, dan keberlanjutan, sekaligus menjawab tantangan ketidaksetaraan dan tanggung jawab sosial di era ekonomi global.
Menara Syariah bersama Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) menyelenggarakan Simposium Internasional “Ethical Wealth & Social Impact” pada Rabu, 11 Februari 2026 di Menara Syariah PIK2, Banten, Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan para akademisi, praktisi, regulator, serta pemimpin lembaga sosial untuk membahas sistem keuangan berbasis nilai melalui instrumen keuangan Islam, investasi berdampak, dan praktik keberlanjutan.
Pendekatan tersebut menempatkan kekayaan sebagai amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab, dengan memanfaatkan instrumen seperti zakat, wakaf, dan investasi berdampak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus memberikan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat.
Komisaris Utama Menara Syariah, Harianto Solichin, menegaskan pentingnya etika dalam proses penciptaan kekayaan. “Menjadi kaya adalah hak semua orang. Dalam setiap agama diperbolehkan untuk menjadi kaya. Tapi menjadi kaya dengan tidak etis itu adalah sesuatu yang diharamkan. Ini adalah pesan penting didalam simposium kali ini, dengan judul Ethical Wealth and Social Impact, Jadi Menjadi kaya adalah satu hal yang lumrah bahkan setiap orang boleh menjadi kaya tetapi harus secara etis. Itu baru satu, yang kedua harus mempunyai social impact, harus mempunyai dampak sosial didalam social finance seperti wakaf. Dengan wakaf ataupun Sosial finance, kita mempunyai impact kepada masyarakat, dengan zakat atau dengan berbagai macam jenis donasi yang bisa kita lakukan,” tuturnya.
Ia juga menambahkan, “Bahwa kita bukan hanya mencari uang karena uang dicari sampai kapanpun tak kan pernah habis, tapi kita bisa bekerja untuk suatu equitable future (masa depan yang berkeadilan). Kita harus jadikan motto ethical wealth atau kekayaan secara etika merupakan katalis daripada transformasi yang sesungguhnya,” tambahnya.
Melalui simposium ini, diharapkan lahir kolaborasi nyata dan gerakan bersama untuk menjadikan ethical wealth sebagai fondasi transformasi ekonomi yang berkeadilan serta berdampak luas bagi masyarakat dan masa depan yang berkelanjutan.